Sabtu, 23 November 2013

BACKGROUNDERS

   




PT Pertamina EP adalah perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan usaha di sektor hulu bidang minyak dan gas bumi, meliputi eksplorasi dan eksploitasi. Di samping itu, Pertamina EP juga melaksanakan kegiatan usaha penunjang lain yang secara langsung maupun tidak langsung mendukung bidang kegiatan usaha utama.
Saat ini tingkat produksi Pertamina EP adalah sekitar 127.635 barrel oil per day (BOPD) untuk minyak dan sekitar 1.054 million standard cubic feet per day (MMSCFD) untuk gas.
Wilayah Kerja (WK) Pertamina EP seluas 113,613.90 kilometer persegi merupakan limpahan dari sebagian besar Wilayah Kuasa Pertambangan Migas PT PERTAMINA (PERSERO). Pola pengelolaan usaha WK seluas itu dilakukan dengan cara dioperasikan sendiri (own operation) dan kerja sama dalam bentuk kemitraan, yakni 4 proyek pengembangan migas, 7 area unitisasi dan 52 area kontrak kerjasama kemitraan terdiri dari 27 kontrak Technical Assistant Contract (TAC), 25 kontrak Kerja Sama Operasi (KSO). Jika dilihat dari rentang geografinya, Pertamina EP beroperasi hampir di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
WK Pertamina EP terbagi ke dalam lima asset. Operasi kelima asset terbagi ke dalam 19 Field, yakni Rantau, Pangkalan Susu, Lirik, Jambi, dan Ramba di Asset 1, Prabumulih, Pendopo, Limau dan Adera di Asset2 , Subang, Jatibarang dan Tambun di Asset 3, Cepu di Asset 4 serta Sangatta, Bunyu, Tanjung, Sangasanga, Tarakan dan Papua di Asset 5.
Di samping pengelolaan WK tersebut di atas, pola pengusahaan usaha yang lain adalah dengan model pengelolaan melalui proyek-proyek, antara lain Pondok Makmur Development Project di Jawa Barat, Paku Gajah Development Project di Sumatera Selatan, Jawa Gas Development Project di Jawa Tengah, dan Matindok Gas Development Project di Sulawesi Tengah.

SEJARAH PT. PERTAMINA EP
Era 1800: Awal Pencarian
Di Indonesia sendiri, pemboran sumur minyak pertama dilakukan oleh Belanda pada tahun 1871 di daerah Cirebon. Namun demikian, sumur produksi pertama adalah sumur Telaga Said di wilayah Sumatera Utara yang dibor pada tahun 1883 yang disusul dengan pendirian Royal Dutch Company di Pangkalan Brandan pada 1885. Sejak era itu, kegiatan ekspolitasi minyak di Indonesia dimulai.
Era 1900: Masa Perjuangan
Setelah diproduksikannya sumur Telaga Said, maka kegiatan industri perminyakan di tanah air terus berkembang. Penemuan demi penemuan terus bermunculan. Sampai dengan era 1950an, penemuan sumber minyak baru banyak ditemukan di wilayah Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Tengah, dan Kalimantan Timur. Pada masa ini Indonesia masih dibawah pendudukan Belanda yang dilanjutkan dengan pendudukan Jepang.
Ketika pecah Perang Asia Timur Raya produksi minyak mengalami gangguan. Pada masa pendudukan Jepang usaha yang dilakukan hanyalah merehabilitasi lapangan dan sumur yang rusak akibat bumi hangus atau pemboman lalu pada masa perang kemerdekaan produksi minyak terhenti.
Namun ketika perang usai dan bangsa ini mulai menjalankan pemerintahan yang teratur, seluruh lapangan minyak dan gas bumi yang ditinggalkan oleh Belanda dan Jepang dikelola oleh negara.
1957: Tonggak Sejarah Pertamina
Untuk mengelola aset perminyakan tersebut, pemerintah mendirikan sebuah perusahaan minyak nasional pada 10 Desember 1957 dengan nama PT Perusahaan Minyak Nasional, disingkat PERMINA. Perusahaan itu lalu bergabung dengan PERTAMIN menjadi PERTAMINA pada 1968. Untuk memperkokoh perusahaan yang masih muda ini, Pemerintah menerbitkan UU No. 8 pada 1971, yang menempatkan PERTAMINA sebagai perusahaan minyak dan gas bumi milik negara. Berdasarkan UU ini, semua perusahaan minyak yang hendak menjalankan usaha di Indonesia wajib bekerja sama dengan PERTAMINA. Karena itu PERTAMINA memainkan peran ganda yakni sebagai regulator bagi mitra yang menjalin kerja sama melalui mekanisme Kontrak Kerja Sama (KKS) di wilayah kerja (WK) PERTAMINA. Sementara di sisi lain PERTAMINA juga bertindak sebagai operator karena juga menggarap sendiri sebagian wilayah kerjanya.
Era 2000: Perubahan Regulasi
Sejalan dengan dinamika industri migas di dalam negeri, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 tahun 2001. Sebagai konsekuensi penerapan UU tersebut, Pertamina beralih bentuk menjadi PT Pertamina (Persero) dan melepaskan peran gandanya. Peran regulator diserahkan ke lembaga pemerintah sedangkan Pertamina hanya memegang satu peran sebagai operator murni.
Peran regulator di sektor hulu selanjutnya dijalankan oleh BPMIGAS yang dibentuk pada tahun 2002. Sedangkan peran regulator di sektor hilir dijalankan oleh BPH MIGAS yang dibentuk dua tahun setelahnya pada 2004.
Di sektor hulu, Pertamina membentuk sejumlah anak perusahaan sebagai entitas bisnis yang merupakan kepanjangan tangan dalam pengelolaan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak, gas, dan panas bumi, pengelolaan transportasi pipa migas, jasa pemboran, dan pengelolaan portofolio di sektor hulu. Ini merupakan wujud implementasi amanat UU No.22 tahun 2001 yang mewajibkan PT Pertamina (Persero) untuk mendirikan anak perusahaan guna mengelola usaha hulunya sebagai konsekuensi pemisahan usaha hulu dengan hilir.
2005: Entitas Bisnis Murni
Atas dasar itulah PT Pertamina EP didirikan pada 13 September 2005. Sejalan dengan pembentukan PT Pertamina EP maka pada tanggal 17 September 2005, PT Pertamina (Persero) telah melaksanakan penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) dengan BPMIGAS (sekarang SKKMIGAS) – yang berlaku surut sejak 17 September 2003 – atas seluruh Wilayah Kuasa Pertambangan Migas yang dilimpahkan melalui perundangan yang berlaku. Sebagian besar wilayah PT Pertamina (Persero) tersebut dipisahkan menjadi Wilayah Kerja (WK) PT Pertamina EP. Pada saat bersamaan, PT Pertamina EP juga melaksanakan penandatanganan KKS dengan BPMIGAS (sekarang SKKMIGAS) yang berlaku sejak 17 September 2005.
Dengan demikian WK PT Pertamina EP adalah WK yang dahulu dikelola oleh PT Pertamina (Persero) sendiri dan WK yang dikelola PT Pertamina (Persero) melalui TAC (Technical Assistance Contract) dan JOB EOR (Joint Operating Body Enhanced Oil Recovery).
Dengan tingkat pertumbuhan produksi rata-rata 6-7 persen per tahun, PT Pertamina EP memiliki modal optimisme kuat untuk tetap menjadi penyumbang laba terbesar PT Pertamina (Persero). Keyakinan itu juga sekaligus untuk menjawab tantangan pemeritah dan masyarakat yang menginginkan peningkatan produksi migas nasional.

VISI MISI PT. PERTAMINA EP
Visi:
  • REPETITA I (2006-2008): "Menjadi perusahaan minyak dan gas bumi yang efektif dan efisien ".
  • REPETITA II (2009-2011): "Menjadi produsen migas nomor satu di Indonesia".
  • REPETITA III (2012-2014): "Menjadi Pertamina EP Kelas Dunia.".
Misi:
Melaksanakan pengusahaan sektor hulu minyak dan gas dengan berwawasan lingkungan, sehat dan mengutamakan keselamatan serta keunggulan yang memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan. 

Jumat, 15 November 2013

Advetorial

Tanya Aulia Aryanda
6662111396
5C Humas

Memberi Keunggulan Lorena Menjadi Transportasi Eksekutif

Transportasi aman dan nyaman menjadi pilihan bagi masyarakat untuk melakukan setiap perjalanan. Oleh karena itu PT. Eka sari Lorena Transport  pada tahun 1989 mengembangkan usahanya dengan mendirikan PT. Ryanta Mitra Karinayang biasa disebut "KARINA" dalam mewujudkan alat-alat transportasi pilihan keluarga yang berkelas international.
Membuat LORENA - KARINA menjadi brand yang unggul dan bergerak di bidang jasa angkutan umum bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang melayani lebih dari 60 Kota di Indonesia. Sudah lebih dari 500 unit bus yang keseluruhannya menggunakan produk Mercedes Benz yang sudah terbukti keunggulannya.
Memberi pelayanan prima dan moto usaha yang mengutamakan kepuasan pelanggan yaitu SABAR, SOPAN DAN SENYUM selalu diterapkan para pegawai PT. Lorena –Karina yang menjadikan bus Lorena terdepan dibidangnya.
Menghasilkan hal positif PT. Eka Sari Lorena Transport dalam menumbuh-kembangkan usaha telah menghasilkan penghargaan dari konsumen dan sertifikat pengakuan dari berbagai lembaga pemerintah maupun internasional, diantaranya : "New Millennium Award" International Transportation Award, Brussels - Belgium. "Golden Asia Award" For Service Excellence, Hongkong. Dan ditahun 2003 mendapat sertifikasi ISO 9001 : 2000. dimana LORENA Transport merupakan perusahaan transportasi darat pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISO 9001:2000. 
Memuaskan pelanggan menjadi prioritas Lorena group, oleh karena itu lorena group telah meluncurkan program terbaru yaitu Program frequent traveler GREEN CARD Lorena-Karina. Green Card ini merupakan progam unggulan terbaru yang memberikan kemudahan kepada anggota Green Card saat melakukan perjalanan dengan menggunakan jasa Lorena - Karina. Sebagai pemegang Green Card, banyak keuntungan yang diperoleh sehingga membuat perjalanan memiliki nilai tambah. 


Press Release Perusahaan

Sewindu PT Pertamina EP Lancarkan Komitmen Aksi Cinta Lingkungan
Budaya berolahraga dan menjaga lingkungan sudah semakin ditinggalkan masyarakat ibukota, aktivitas yang terlalu banyak menjadi alasan utama tidak adanya waktu luang untuk berolahraga dan ketidakpedulian masyarakat terhadap bumi sudah sering dijumpai. Padahal olahraga termasuk kegiatan penting untuk menjaga tubuh dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Serta lingkungan menjadi bagian penting untuk menunjang keberlangsungan kehidupan manusia.
Oleh karena itu dalam rangka merayakan ulang tahun sewindu PT Pertamina EP yang jatuh ditanggal 13 September. Pertamina EP mengadakan corporate social responsibility untuk masyarakat sekitar Jakarta di Minggu pagi tanggal 15 September 2013 di Silang Monas hingga Bundaran HI. Kontribusi Pertamina EP untuk kota Jakarta terutama pada program ‘Jakarta hijau’ dan Jakarta bersih’ ini merupakan wujud sinergi dari komitmen CSR di bidang lingkungan.
Acara Fun Bike ‘Merajut Nusantara, Melestarikan Indonesia’ melibatkan berbagai kalangan mulai dari kalangan direksi, karyawan Pertamina EP, Pemprop DKI Jakarta, POLRI, TNI, komunitas sepeda dan masyarakat umum yang jumlahnya sekitar 2.500 orang. Kegiatan ini disemarakkan oleh berbagai kegiatan menarik, dan menyehatkan, diantaranya senam aerobic, lomba mewarnai SD dan SMP, fun bike, pembagian bibit tanaman, hiburan musik, pembagian doorprize, games seru, serta kehadiran Duta Lingkungan Hidup, Nugie.
Untuk kegiatan fun bike yang menjadi menu utama pada kegiatan ‘ Merajut Nusantara, Melestarikan Indonesia’ diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai kalangan yang secara bersama-sama turut memberikan dukungan terhadap komitmen Pertamina Ep pada program Jakarta Bersih dan Jakarta hijau.
Menurut penuturan Pandjie Galih selaku humas PT Pertamina EP “di usia sewindu ini Pertamina EP ingin secara terus menerus menularkan spirit dan kepedulian cinta lingkungan dalam aksi dan langkah nyata yang memberikan perubahan ke arah lebih baik, serta ajang bagi PT pertamina EP untuk berterima kasih kepada pelanggan atas kesetiaan mereka kepada PT pertamina EP setelah satu windu.
Contact person :
Media Relation Analyst
Pandjie 
081330547732  -  Pandjie@pertamina.com